Merajut Kelestarian Budaya dan Pendidikan Bermutu: melalui Pembelajaran Tari Yogyakarta Putri di SMK Negeri 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta)
Primary tabs

Kasihan, Yogyakarta – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran seni tari melalui program pendidikan berkualitas di SMK Negeri 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta). Artikel ini disusun sebagai bentuk refleksi mendalam bahwa praktik pendidikan berkualitas yang dicanangkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 diimplementasikan secara nyata melalui pembelajaran Tari Yogyakarta Putri, guna melestarikan kebudayaan luhur sekaligus mencetak generasi kreatif yang berkarakter.
Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menetapkan Goal 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) sebagai pilar penting, di mana institusi pendidikan dituntut untuk mampu merawat peradaban, nilai kemanusiaan, serta kearifan lokal. Di SMKI Yogyakarta, pembelajaran Tari Yogyakarta Putri menjadi medium strategis untuk menanamkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan melalui jalur seni dan budaya.
Pendidikan berkualitas dalam konteks kejuruan seni pertunjukan ini diwujudkan melalui beberapa pendekatan utama yang selaras dengan target SDGs 4:
- Akses dan Pelestarian Warisan Budaya (Inklusivitas Budaya): Setiap peserta didik diberi akses yang setara untuk mendalami kekayaan estetika gaya klasik Yogyakarta, khususnya karakter Tari Yogyakarta Putri yang luruh, halus, anggun agar warisan tak benda ini terus hidup di tengah zaman.
- Pembentukan Karakter Holistik (Wiraga, Wirama, Wirasa): Standar kualitas pendidikan seni menuntut olah tubuh, ketepatan ritme, serta kepekaan jiwa yang melatih disiplin tinggi, kesabaran, empati, dan nilai-nilai undhag-usuk (tata krama) untuk membentuk profil lulusan beretika luhur.
- Pembelajaran Sepanjang Hayat (Lifelong Learning): Kurikulum mendorong siswa memahami filosofi di balik busana, tata rias, dan iringan gendhing guna menumbuhkan semangat mencintai kebudayaan bangsa secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan praktik lapangan, berbagai upaya inovatif turut mendukung mutu pembelajaran, seperti penerapan metode scaffolding dan pendekatan personal untuk menguasai ragam Gerak, integrasi teknologi dan arsip kontekstual dengan iringan, serta penguatan daya kritis peserta didik terhadap dinamika seni pertunjukan modern.
Melalui pelaksanaan pembelajaran Tari Yogyakarta Putri secara berkelanjutan, kegiatan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan keterampilan motorik, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengekspresikan gagasan melalui seni. Bagi sekolah, hal ini menjadi penguatan pendidikan karakter yang mendukung perkembangan potensi peserta didik secara holistik dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 4.
Praktik pendidikan di SMK Negeri 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta) membuktikan bahwa pendidikan berkualitas yang berakar pada budaya lokal adalah fondasi terkuat untuk membangun masa depan bangsa yang berkelanjutan, beretika, dan berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar identitasnya.
oleh Syafira gizka