Pendidikan Berkualitas melalui Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman di SMK Negeri 1 Kasihan
Primary tabs

Pendidikan berkualitas merupakan salah satu tujuan utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian pengetahuan secara teoritis, tetapi juga melalui proses pembelajaran yang memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta didik. Dalam pendidikan seni, pengalaman langsung menjadi bagian penting karena peserta didik tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, kepekaan, dan kemampuan mengapresiasi kebudayaan. Pembelajaran seni tari menjadi salah satu bentuk pendidikan yang dapat mengembangkan berbagai kemampuan tersebut melalui kegiatan praktik secara langsung.
Pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran seni tari. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman. Pembelajaran tersebut dilaksanakan di ruang pendhapa yang menjadi salah satu ruang yang mendukung kegiatan praktik seni tari di lingkungan sekolah. Penggunaan pendhapa sebagai ruang pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena peserta didik dapat mempraktikkan materi tari dalam ruang yang lebih sesuai dengan kebutuhan gerak dan aktivitas pembelajaran seni.
Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman di Ruang Pendhapa
Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman dilaksanakan secara praktik dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami secara langsung proses pembelajaran tari. Kegiatan pembelajaran diawali dengan penyampaian materi dan demonstrasi gerak oleh mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan latihan secara bertahap. Peserta didik melakukan pengulangan gerak untuk memahami bentuk, teknik, sikap tubuh, serta karakter yang terdapat dalam Tari Putri Gaya Pura Pakualaman.
Ruang pendhapa memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran tersebut. Pembelajaran tari membutuhkan ruang yang memungkinkan peserta didik bergerak secara leluasa, berpindah tempat, melakukan latihan secara bersama-sama, serta mengamati demonstrasi dari pendidik. Kondisi ruang yang mendukung memungkinkan kegiatan pembelajaran berlangsung secara lebih optimal karena peserta didik dapat melakukan praktik tanpa terlalu terbatas oleh ruang. Dalam pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman, ruang tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan demonstrasi, latihan individu, latihan kelompok, maupun pengulangan materi secara bersama-sama.
Penggunaan pendhapa sebagai ruang pembelajaran juga memberikan pengalaman kepada peserta didik bahwa proses belajar seni tidak selalu berlangsung dalam ruang kelas konvensional. Lingkungan belajar dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran apabila disesuaikan dengan karakteristik materi yang diberikan. Dalam hal ini, kebutuhan pembelajaran tari yang menekankan aktivitas fisik dan praktik dapat didukung melalui ruang yang memiliki area gerak lebih luas.
Proses Pembelajaran yang Menyesuaikan Kemampuan Peserta Didik
Dalam proses pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan pengamatan terhadap kemampuan peserta didik. Setiap peserta didik memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam menerima dan mempraktikkan materi tari. Oleh karena itu, pembelajaran dilakukan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Metode demonstrasi digunakan untuk memberikan contoh secara langsung mengenai bentuk dan teknik gerak. Setelah demonstrasi, peserta didik melakukan latihan secara bersama-sama dan kemudian memperoleh koreksi terhadap gerak yang masih kurang tepat. Materi yang dianggap lebih sulit dapat diulang beberapa kali atau dibagi menjadi bagian yang lebih sederhana agar peserta didik lebih mudah memahami dan menguasainya. Proses tersebut menunjukkan pentingnya pembelajaran yang adaptif dalam menciptakan pengalaman belajar yang dapat diikuti oleh peserta didik dengan kemampuan yang beragam.
Pembelajaran juga tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafalkan rangkaian gerak. Peserta didik diarahkan untuk memahami sikap tubuh, kualitas gerak, ketepatan teknik, serta karakter dalam Tari Putri Gaya Pura Pakualaman. Dengan demikian, proses pembelajaran memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh dalam memahami tari sebagai sebuah bentuk seni dan budaya.
Pendhapa sebagai Ruang Pembelajaran Seni dan Budaya
Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman di ruang pendhapa juga memiliki keterkaitan dengan upaya mengenalkan dan mempertahankan nilai-nilai budaya melalui pendidikan. Tari gaya Pura Pakualaman merupakan bagian dari perkembangan seni tari gaya Yogyakarta yang memiliki karakter, aturan, dan teknik tertentu. Melalui pembelajaran secara langsung, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal salah satu bentuk seni tari yang berkaitan dengan kebudayaan Yogyakarta.
Pendhapa sebagai ruang yang identik dengan berbagai aktivitas budaya juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung proses pengenalan seni tradisi. Peserta didik tidak hanya mempelajari gerak sebagai bentuk keterampilan fisik, tetapi juga belajar memahami bahwa setiap bentuk tari memiliki karakter dan nilai budaya yang perlu dipelajari serta dihargai. Pembelajaran tersebut menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pendidikan formal dengan keberadaan budaya di lingkungan sekitar.
Keterkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman di ruang pendhapa memiliki keterkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui pemberian pengalaman belajar yang aktif, praktik, dan sesuai dengan karakteristik pendidikan seni. Peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengamatan, praktik, pengulangan, koreksi, dan evaluasi. Proses tersebut memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sekaligus sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan apresiasi terhadap seni budaya.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik. Mahasiswa belajar merencanakan pembelajaran, memilih metode yang sesuai, mengelola peserta didik, memanfaatkan ruang pembelajaran, serta melakukan evaluasi terhadap proses yang telah berlangsung. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan pendidik yang mampu menyesuaikan proses pembelajaran dengan karakteristik materi, peserta didik, serta lingkungan belajar.
Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman yang dilaksanakan di ruang pendhapa SMK Negeri 1 Kasihan menjadi salah satu bentuk pembelajaran seni yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Pemanfaatan ruang pendhapa mendukung kebutuhan pembelajaran tari yang membutuhkan ruang gerak dan memungkinkan peserta didik melakukan praktik secara lebih leluasa. Melalui demonstrasi, latihan, pengulangan, koreksi, dan evaluasi, peserta didik tidak hanya mempelajari rangkaian gerak, tetapi juga mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, serta apresiasi terhadap seni budaya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik materi. Dalam konteks Praktik Kependidikan, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga belajar menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Pembelajaran Tari Putri Gaya Pura Pakualaman di ruang pendhapa dengan demikian menjadi salah satu pengalaman nyata yang mendukung pengembangan kualitas pembelajaran seni sekaligus berkontribusi pada tujuan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas.
oleh Anienda Kidung Kusumastuti