SMA Negeri 1 Kalasan Perkenalkan Tari Peksi Eka Kapti Sebagai Wujud Pelestarian Budaya Sleman

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Yogyakarta - Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK),  Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta. Melaksanakan Praktik Kependidikan di SMA Negeri 1 Kalasan, mahasiswa melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan memberikan materi Tari Peksi Eka Kapti, sebuah tarian khas Kabupaten Sleman yang diciptakan pada tahun 2014 oleh Mila Rosinta dan diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Pembelajaran pada semester ini, materi Tari Peksi Eka Kapti diberikan kepada murid kelas XI. Tari Peksi Eka Kapti lahir dari inspirasi burung punglor, satwa yang telah ditetapkan sebagai identitas Kabupaten Sleman. Tari ini memiliki filosofi yang secara umum menekankan keseimbangan ekosistem dalam konteks satu kekuatan dan kebersamaan. Melalui gerakan yang lincah dan indah, tarian ini menggambarkan keindahan serta karakter burung punglor yang menjadi kebanggaan masyarakat Sleman.

Kegiatan pembelajaran tari ini diberikan kepada kelas XI dan dilaksanakan secara langsung. Mahasiswa memberikan materi secara bertahap dan setiap pertemuan akan diberikan materi per motif gerak. Tari Peksi Eka Kapti dibagi menjadi 5 motif gerak, yaitu 1) Motif Ngindik, 2) Motif Ancik-ancik, 3) Motif Mencari Makan, 4) Motif Burung Bersolek, dan 5) Motif Melompat Ayun. Setelah diberikan secara bertahap per motif gerak, seluruh motif digabungkan menjadi satu rangkaian tari yang utuh. Dalam proses pembelajaran, murid tidak hanya diajarkan untuk menghafal dan menirukan gerakan tari, tetapi juga diajak memahami makna filosofis di balik setiap gerakan serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini bertujuan agar murid tidak sekadar menari secara praktikal, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap warisan budaya yang dipelajari dalam tari tersebut.  Pembelajaran tari tradisional seperti Tari Peksi Eka Kapti memiliki peran penting dalam membentuk karakter murid yang berbudaya dan mencintai kearifan lokal. Pada perkembangan teknologi yang pesat, arus globalisasi, dan budaya populer, pengenalan tarian daerah diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab generasi muda untuk melestarikan budaya, khususnya budaya setempat.

Pembelajaran ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Poin keempat SDGs menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi semua kalangan, termasuk di dalamnya pengembangan keterampilan yang relevan dengan konteks sosial dan budaya setempat. Melalui pembelajaran seni tari, SMA Negeri 1 Kalasan  tidak hanya memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk murid secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu membekali murid dengan wawasan budaya, kreativitas, dan kepekaan sosial. Dengan mempelajari Tari Peksi Eka Kapti, murid diajak untuk mengembangkan kemampuan motorik dan seni, sekaligus memperkuat identitas diri sebagai bagian dari masyarakat Sleman yang berbudaya. Melalui pembelajaran ini, diharapkan murid SMA Negeri 1 Kalasan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pencapaian target SDGs poin ke-4, sekaligus menjaga kelestarian Tari Peksi Eka Kapti sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Sleman agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat

oleh Adventa Putri Prameswari