Edukasi Tata Busana Tradisional: Demonstrasi Langsung Pemakaian Busana Tari Topeng Gunungsari untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kasihan

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Guna memberikan pemahaman seni yang utuh dan mendalam, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) menggelar kegiatan pembelajaran interaktif bertajuk “Edukasi Tata Busana Tradisional: Praktik Langsung Busana Tari Topeng Gunungsari untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kasihan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 di ruang kelas XI Tari 4 SMK Negeri 1 Kasihan dengan melibatkan seluruh siswa di kelas tersebut. Langkah ini menjadi wujud nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11, yaitu Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, karena berupaya untuk perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia.  
Kegiatan ini diinisiasi untuk menjawab tantangan pembelajaran tata busana yang selama ini cenderung sebatas materi teoritis atau media visual seperti gambar dan video. Melalui peragaan langsung, siswa diajak memahami pakem, tata cara, hingga fungsi dari setiap bagian busana Tari Topeng Gunungsari. Pembelajaran diawali dengan pemaparan ringkas mengenai kelengkapan busana, lalu dilanjutkan dengan demonstrasi pemakaian busana secara langsung kepada salah satu siswa yang ditunjuk sebagai model di depan kelas. Para siswa lainnya mencermati setiap tahapan penataan, mulai dari cara melipat dan memasang kain, stagen, sampur, hingga teknik memasang aksesoris yang tepat agar aman dan nyaman saat digunakan menari. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu langsung oleh Asri Mulyani selaku mahasiswa PK yang mengampu mata pelajaran Tari Surakarta.  
Pendekatan peragaan langsung ini terbukti menghidupkan suasana kelas. Para siswa tampil lebih antusias dan aktif mengajukan pertanyaan seputar ketelitian penataan kostum serta cara menjaga kerapian busana saat pentas. Selain mengasah pemahaman siswa, kegiatan ini berkontribusi menjaga keberlanjutan tradisi tari gaya Surakarta agar tetap lestari dan terwariskan sesuai dengan pakemnya.  
Melalui demonstrasi tata busana ini, pembelajaran Tari Surakarta diharapkan tidak hanya melatih penguasaan gerak siswa, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman tata busana secara komprehensif. Ke depan, metode peragaan ini diharapkan dapat terus diterapkan agar para calon penari muda memiliki kesiapan dan wawasan yang utuh di dunia pertunjukan.

oleh Asri Mulyani