Menari untuk Belajar: Seni Tari sebagai Wujud Pendidikan Berkualitas di SMA Negeri 1 Pakem
Primary tabs

Penulis: Angelica Yulanda Kusuma Ningrum
Pendidikan berkualitas adalah tujuan keempat dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Tujuan ini menegaskan bahwa setiap peserta didik berhak memperoleh pembelajaran yang inklusif, adil, dan bermakna. Kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama yang tumbuh dalam diri peserta didik.
Semangat tersebut diwujudkan dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMA Negeri 1 Pakem. Angelica Yulanda Kusuma Ningrum, mahasiswa PK UNY, mengajar mata pelajaran Seni Budaya dengan materi Seni Tari di kelas XI B dan XI C. Melalui pembelajaran yang interaktif, peserta didik diajak memahami tari secara langsung, bukan sekadar menghafal teori.
Belajar Tari Melalui Media Video dan Diskusi
Pembelajaran dibuka dengan penayangan video tarian yang berlatar keindahan alam pantai. Melalui proyektor, peserta didik mengamati gerak, formasi, dan ekspresi penari. Media visual ini membantu siswa memahami materi dengan lebih konkret dan menarik, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu.
Gambar 1. Angelica menjelaskan materi Seni Tari kepada peserta didik dengan bantuan video pembelajaran.
Setelah menonton video, guru menjelaskan unsur-unsur gerak tari di papan tulis, salah satunya level gerak, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Peserta didik diajak berdiskusi dan menanggapi. Kelas juga diselingi permainan kata ringan agar suasana tetap segar dan siswa tetap aktif. Cara ini membuat pembelajaran berlangsung dua arah dan tidak membosankan.
Praktik Kelompok: Belajar dengan Mengalami
Pada tahap praktik, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok menyusun dan menampilkan gerak tari dengan memvariasikan level gerak, arah, dan pola lantai. Ada kelompok yang mengangkat kedua tangan tinggi secara serempak dalam satu barisan, ada yang bergerak pada level sedang dengan gerakan tangan yang mengalir, dan ada pula yang membentuk formasi berlapis dengan level gerak yang berbeda.
Gambar 2. Peserta didik kelas XI B menampilkan gerak tari berlevel tinggi, sedang, dan rendah dalam kelompok.
Teman-teman yang menonton memberikan apresiasi dan merekam penampilan sebagai dokumentasi belajar. Suasana kelas terlihat gembira, penuh semangat, dan saling mendukung. Kegiatan ini memberi ruang bagi setiap siswa untuk berani tampil dan mengekspresikan diri.
Keterkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Kegiatan pembelajaran ini sejalan dengan SDG 4 karena memenuhi beberapa ciri pendidikan berkualitas:
- Pembelajaran inklusif dan berpusat pada siswa. Video, diskusi, dan praktik melayani berbagai gaya belajar, baik visual, auditori, maupun kinestetik, sehingga semua siswa memiliki kesempatan untuk berkembang.
- Pengembangan keterampilan abad ke-21. Siswa melatih kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan percaya diri melalui penyusunan gerak dan penampilan kelompok.
- Apresiasi budaya dan keberagaman. Target SDG 4 menekankan pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk penghargaan terhadap keragaman budaya. Seni tari menumbuhkan kecintaan siswa pada budaya dan keindahan alam.
- Lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Siswa tampil tanpa rasa takut dan saling menghargai karya teman, sehingga tercipta suasana belajar yang positif.
- Penguatan mutu calon pendidik. Program PK melatih mahasiswa calon guru merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran, sehingga kualitas guru masa depan ikut meningkat.
Penutup
Pembelajaran Seni Tari di SMA Negeri 1 Pakem menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui langkah sederhana di ruang kelas: pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan menghargai setiap peserta didik. Dengan belajar sambil bergerak, siswa memahami materi dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kolaboratif, serta mencintai budayanya.
Bagi Angelica, pengalaman PK ini menjadi bekal berharga untuk menjadi pendidik yang inspiratif. Setiap gerak tari yang dilatih di kelas adalah kontribusi kecil bagi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.