Pembelajaran Seni Tari Berbasis Budaya sebagai Upaya Mewujudkan Pendidikan Berkualitas: Praktik Tari Ondel-Ondel pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Banguntapan

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Pelaksanaan pembelajaran seni tari berbasis budaya pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Banguntapan diawali dengan kegiatan pengenalan materi Tari OndelOndel. Pada tahap awal, guru memberikan penjelasan kepada peserta didik mengenai materi yang akan dipelajari sehingga peserta didik memiliki gambaran mengenai tari yang akan dipraktikkan. Pengenalan tersebut tidak hanya diarahkan pada bentuk tari, tetapi juga berkaitan dengan budaya yang menjadi latar belakang Tari Ondel-Ondel. Guru menjelaskan bahwa Ondel-Ondel merupakan salah satu bentuk kesenian yang erat kaitannya dengan masyarakat Betawi sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan awal sebelum memasuki kegiatan praktik.  

Setelah tahap pengenalan pembelajaran dilanjutkan dengan pemberian contoh gerak Tari Ondel-Ondel. Guru memberikan demonstrasi secara bertahap dan peserta didik mengikuti gerakan yang dicontohkan. Proses pembelajaran dilakukan melalui pengulangan sehingga peserta didik dapat mengingat urutan gerak dan menyesuaikan koordinasi tubuh dengan iringan. Pada tahap ini terlihat bahwa kemampuan peserta didik dalam mengikuti gerakan tidak sepenuhnya sama. Sebagian peserta didik dapat mengikuti gerakan dengan relatif cepat, sedangkan beberapa peserta didik membutuhkan pengulangan dan bimbingan lebih lanjut. Selama proses latihan berlangsung, interaksi antara guru dan peserta didik maupun antar peserta didik terlihat cukup aktif. Guru berperan memberikan arahan, contoh, koreksi, dan motivasi, sedangkan peserta didik berusaha menerapkan arahan tersebut dalam praktik. Antar peserta didik juga saling membantu ketika terdapat anggota kelompok yang mengalami kesulitan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari dapat menciptakan situasi belajar yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman melalui interaksi dan kerja sama. Pada akhir proses pembelajaran peserta didik diarahkan untuk mempraktikkan Tari Ondel-Ondel secara lebih utuh. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dari awal sampai akhir. Guru melakukan pengamatan terhadap praktik peserta didik dan memberikan evaluasi terhadap beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengingat gerakan, tetapi juga mencakup kekompakan, keberanian, ekspresi, dan kemampuan peserta didik mengikuti keseluruhan penyajian. 

Praktik Tari Ondel-Ondel menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan budaya dengan aktivitas seni. Setelah memperoleh penjelasan mengenai budaya Ondel-Ondel, peserta didik diarahkan untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui kegiatan praktik. Proses ini membuat peserta didiktidak hanya memperoleh informasi melalui penjelasan guru, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana suatu materi budaya dapat dipelajari melalui seni tari. Peserta didik mempelajari beberapa unsur yang berkaitan dengan penyajian tari, seperti gerak, iringan, ekspresi, posisi, dan kekompakan. Gerakan yang diberikan oleh guru dipelajari secara bertahap kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan penyajian. Peserta didik perlu memperhatikan urutan gerakan agar tidak terjadi kesalahan ketika melakukan tari secara keseluruhan. Proses latihan yang dilakukan secara berulang membantu peserta didik mengingat materi dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan gerakan. Praktik Tari Ondel-Ondel juga memberikan pengalaman kepada peserta didik mengenai hubungan antara gerak dengan karakter budaya yang dibawakan. Peserta didik diarahkan untuk tidak hanya melakukan gerakan secara mekanis, tetapi juga memperhatikan ekspresi dan karakter penyajian. 

Kegiatan praktik secara berkelompok juga memperlihatkan adanya proses penyesuaian antaranggota. Peserta didik harus mampu mengikuti tempo yang sama, menyesuaikan posisi, dan menjaga jarak dengan pesera didik lainnya. Apabila terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum mampu mengikuti gerakan, kelompok perlu melakukan latihan kembali. Proses tersebut secara tidak langsung mengajarkan kepada peserta didik mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap kelompok karena keberhasilan penyajian tidak hanya bergantung pada kemampuan individu. Praktik juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk membangun rasa percaya diri. Pada awal pembelajaran terdapat kemungkinan peserta didik merasa kurang yakin ketika harus melakukan gerakan di hadapan teman-temannya. Namun setelah memperoleh contoh dan melakukan latihan secara berulang, peserta didik menjadi lebih terbiasa dengan materi.  

raktik Tari Ondel-Ondel memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan melalui proses latihan yang dilakukan secara bertahap. Pada awalnya peserta didik mempelajari gerakan melalui proses menirukan contoh yang diberikan guru. Setelah gerakan mulai dikuasai, peserta didik diarahkan untuk menggabungkan beberapa gerakan menjadi rangkaian yang lebih utuh. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya proses dari kemampuan mengenali gerakan menuju kemampuan menerapkan gerakan dalam sebuah penyajian. Keterampilan peserta didik tidak berkembang secara seragam. Perbedaan kemampuan terlihat dari kecepatan peserta didik dalam mengingat gerakan, ketepatan melakukan gerak, kemampuan mengikuti iringan, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan kelompok. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran karena peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Guru memberikan pengulangan dan koreksi bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara bertahap. 

Kreativitas peserta didik juga muncul melalui proses penyesuaian dan pemecahan masalah selama kegiatan latihan. Ketika kelompok mengalami kesulitan dalam menentukan posisi atau menyamakan gerakan, peserta didik perlu mencari cara agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Mereka dapat melakukan latihan ulang, saling memberikan contoh, atau meminta arahan guru. Proses tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran seni memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menyelesaikan persoalan yang muncul selama proses berkarya. Kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian dari keterampilan yang berkembang selama praktik. Penyajian tari secara berkelompok menuntut setiap peserta didik untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Peserta didik belajar bahwa kemampuan individu perlu diselaraskan dengan kepentingan kelompok. Apabila satu peserta didik melakukan gerakan dengan tempo atau arah yang berbeda, kekompakan kelompok dapat terganggu. Berdasarkan keseluruhan proses tersebut pengembangan keterampilan dalam pembelajaran Tari Ondel-Ondel tidak hanya terbatas pada kemampuan menari. Peserta didik juga memperoleh keterampilan dalam bekerja sama, berkomunikasi, mengikuti arahan, memecahkan masalah, mengekspresikan diri, dan tampil di depan orang lain. Hal ini memperlihatkan bahwa pembelajaran seni tari dapat memberikan pengalaman yang lebih luas apabila prosesnya melibatkan peserta didik secara aktif. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari berbasis budaya melalui praktik Tari Ondel-Ondel memberikan pengalaman belajar yang mencakup beberapa aspek penting dalam pendidikan. Aspek tersebut meliputi pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kerja sama, keberanian, dan apresiasi budaya. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pencapaian kemampuan peserta didik dalam melakukan gerakan tari, tetapi juga memberikan pengalaman untuk memahami budaya yang menjadi sumber materi pembelajaran. Penggunaan budaya sebagai sumber pembelajaran membuat materi seni tari menjadi lebih kontekstual. Peserta didik memperoleh kesempatan untuk mempelajari seni melalui sesuatu yang mempunyai latar belakang budaya. Materi tidak berhenti pada hafalan gerakan, tetapi diperluas melalui pengenalan terhadap karakteristik budaya Ondel-Ondel. Aspek keterlibatan menunjukkan bahwa pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjadi bagian aktif dalam proses belajar. Peserta didik mengamati, menirukan, berlatih, berdiskusi, melakukan perbaikan, dan menyajikan hasil pembelajaran. Keterlibatan tersebut membuat peserta didik memperoleh pengalaman langsung sehingga pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru. Dari aspek keterampilan, praktik Tari Ondel-Ondel membantu peserta didik mengembangkan kemampuan motorik, koordinasi, ekspresi, dan kemampuan mengikuti iringan. Sementara itu kegiatan kelompok membantu mengembangkan kemampuan sosial seperti komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab. Dari aspek budaya, pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal salah satu bentuk kebudayaan Indonesia. Pengenalan tersebut penting karena peserta didik tidak hanya berhadapan dengan materi seni sebagai bentuk keterampilan, tetapi juga memahami adanya keberagaman budaya yang perlu dikenal dan dihargai. Melalui pengalaman praktik budaya menjadi sesuatu yang dapat dirasakan dan dipelajari secara langsung. 

Berdasarkan temuan tersebut pembelajaran seni tari berbasis budaya melalui praktik Tari Ondel-Ondel dapat dipandang sebagai bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa tujuan pendidikan secara bersamaan. Pembelajaran memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, meningkatkan kreativitas, membangun kerja sama, serta mengenal dan menghargai budaya. Dengan demikian pemanfaatan budaya sebagai sumber pembelajaran seni tari dapat mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Banguntapan. 

embelajaran seni tari berbasis budaya melalui praktik Tari Ondel-Ondel pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Banguntapan dilaksanakan melalui tahapan pengenalan budaya, penyampaian materi, demonstrasi gerak, latihan, kerja kelompok, dan penyajian. Proses pembelajaran tidak hanya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan gerakan tari, tetapi juga memberikan pengalaman dalam memahami budaya yang menjadi sumber materi pembelajaran. Keterlibatan peserta didik terlihat melalui aktivitas mengamati, menirukan, berlatih, bekerja sama, melakukan perbaikan, dan menampilkan hasil pembelajaran. Praktik Tari Ondel-Ondel juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan gerak, ekspresi, kreativitas, komunikasi, kerja sama, serta keberanian dalam tampil. Pembelajaran tersebut memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 atau Pendidikan Berkualitas. Pembelajaran seni tari berbasis budaya melalui praktik Tari Ondel-Ondel dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas karena mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, kreativitas, apresiasi, dan pemahaman budaya dalam satu pengalaman belajar. Pemanfaatan budaya sebagai sumber pembelajaran menjadikan materi seni tari lebih kontekstual dan bermakna karena peserta didik tidak hanya mempelajari tari sebagai rangkaian gerakan, tetapi juga mengenal latar belakang dan identitas budaya yang menyertainya. Praktik Tari Ondel-Ondel dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang aktif dan menyeluruh sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap keberagaman budaya Indonesia.