Research Group Pendidikan Seni Tari UNY Kaji Tari Seblang Olehsari dan Bakungan sebagai Ekspresi Ritual Budaya Masyarakat Osing

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Program Studi Pendidikan Seni Tari FBSB UNY • Research Group 2026

Research Group Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kajian bertajuk “Analisis Komparatif Tari Seblang Olehsari dan Bakungan sebagai Ekspresi Ritual Budaya pada Masyarakat Osing di Banyuwangi”. Kajian ini melibatkan Dr. Dra. Ni Nyoman Seriati, M.Hum., Dr. Dra. Pramularsih Wulansari, M.Sn., Wiga Nugraheni, M.Pd., serta Airin Fabyan Isal Junaidi, Dysta Ardelia Ramadhani, Rhessa Dwi Ningrum Tia Agustin, Tony Indra Kurniawan, dan Zahra Anis Nurhaliza.

Mengungkap Kekayaan Ritual Tari Seblang Masyarakat Osing

Tari Seblang merupakan salah satu tari tradisional yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kajian Research Group ini, Tari Seblang ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman kolektif masyarakat dalam menghadapi wabah penyakit atau pageblug.

Tari Seblang berkembang di dua wilayah, yaitu Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Meskipun berasal dari akar tradisi yang sama, keduanya memiliki perbedaan dalam aspek pelaksanaan ritual, karakter penari, struktur pertunjukan, serta sistem simbolik yang menyertainya.

Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa masyarakat pendukung masih memandang Tari Seblang sebagai tradisi sakral yang tidak boleh ditinggalkan. Penelitian sebelumnya telah mengkaji Tari Seblang dari sisi tradisi budaya dan ritual mistis, sedangkan kajian yang secara khusus membandingkan Seblang Olehsari dan Bakungan sebagai ekspresi ritual budaya menjadi ruang penting untuk dianalisis.

Menganalisis Persamaan dan Perbedaan Dua Tradisi Seblang

Penelitian diarahkan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan bentuk, fungsi, dan karakteristik Tari Seblang Olehsari dan Tari Seblang Bakungan sebagai ekspresi ritual budaya masyarakat Banyuwangi. Selain itu, penelitian juga bertujuan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Tari Seblang di kedua wilayah tersebut.

Menggunakan Pendekatan Etnokoreologi

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Objek kajian meliputi Tari Seblang Olehsari dan Tari Seblang Bakungan, termasuk struktur serta elemen tari dan fungsinya bagi masyarakat Osing di Banyuwangi.

Subjek penelitian meliputi penari Seblang, sesepuh Tari Seblang, sesepuh masyarakat Osing atau ketua adat yang memahami Tari Seblang, serta masyarakat Osing yang memiliki pengetahuan mengenai tradisi tersebut.

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Mengkaji Tari Secara Tekstual dan Kontekstual

Untuk mengkaji permasalahan penelitian, digunakan teori tekstual dan kontekstual dari Sumandiyo Hadi. Secara tekstual, tari dikaji dari segi struktur dan elemen estetis yang melekat pada pertunjukannya. Sementara secara kontekstual, tari dikaji berdasarkan kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat pendukungnya.

Persamaan Tari Seblang Olehsari dan Bakungan

Hasil penelitian menunjukkan sejumlah persamaan antara Tari Seblang Olehsari dan Tari Seblang Bakungan. Keduanya sama-sama dibawakan oleh penari perempuan, memiliki sifat magis dengan penari yang menari dalam keadaan trance atau tidak sadar, dipercaya berkaitan dengan masuknya roh leluhur, serta memiliki fungsi sebagai bagian dari upacara bersih desa.

Perbedaan Karakter Penari dan Waktu Pelaksanaan

Selain memiliki persamaan, kedua tradisi Seblang juga menunjukkan perbedaan. Tari Seblang Olehsari dibawakan oleh seorang gadis, sedangkan Tari Seblang Bakungan dibawakan oleh perempuan yang sudah mengalami menopause.

Perbedaan juga terlihat pada waktu pementasan. Seblang Olehsari dipentaskan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Seblang Bakungan dipentaskan setelah Hari Raya Idul Adha.

Mengidentifikasi Nilai-Nilai Pendidikan dalam Ritual Seblang

Penelitian juga mengidentifikasi sejumlah nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Seblang, meliputi nilai ritual, gotong royong, sosial, ekologis, estetik, kebersamaan, dan ketaatan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam memahami Tari Seblang tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai praktik budaya yang hidup di tengah masyarakat pendukungnya.

Luaran Penelitian

Luaran penelitian yang direncanakan berupa artikel ilmiah pada jurnal seni dan budaya serta HKI. Melalui luaran tersebut, hasil kajian diharapkan dapat terdokumentasi dan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian seni tari, khususnya mengenai ritual budaya dan kekayaan tradisi masyarakat Osing di Banyuwangi.

Catatan dokumentasi: PPT Research Group 2026 yang menjadi sumber berita ini hanya memuat satu visual berupa diagram alur pengumpulan/analisis data pada halaman 7; tidak terdapat foto kegiatan lapangan yang dapat dimasukkan tanpa sumber tambahan.

Sumber bahan: Laporan Kemajuan Research Group 2026, “Analisis Komparatif Tari Seblang Olehsari dan Bakungan sebagai Ekspresi Ritual Budaya pada Masyarakat Osing di Banyuwangi.”