Memperkuat Diplomasi Budaya Serumpun, Tim Peneliti UNY Lahirkan Karya Tari "Bedayan Langen Kusuma"

Keterangan Sumber Foto: 
Foto Penari Bedhayan Langen Kusuma

Hubungan budaya serumpun antara Indonesia dan Melayu memiliki akar sejarah dan estetika yang kuat, salah satunya melalui seni pertunjukan tari. Guna mengoptimalkan potensi seni tari sebagai instrumen soft power diplomasi budaya yang konkret dan berkelanjutan, Tim Peneliti Research Group Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia sukses melangsungkan riset kolaboratif yang melahirkan karya tari monumental bertajuk "Tari Bedayan Langen Kusuma".

Research Grup (Penelitian Bersana) ini diketuai oleh Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum. bersama anggota tim dosen Dr. Dra. Enis Niken Herawati, M.Hum., Dr. Dra. Titik Putraningsih, M.Hum., dan Silih Wigaringtyas, M.Pd. Penelitian ini juga melibatkan secara aktif para mahasiswa UNY, yaitu Rakhma Ayu S., Erinna Putri W., Zahra Kholidah E., Pratiwi Wahyu A., dan Avifah Lantyastuti.

 

Menjawab Tantangan Kolaborasi Lintas Negara

Latar belakang riset ini berawal dari pengamatan bahwa kolaborasi seni tari lintas negara selama ini masih cenderung bersifat seremonial dan belum dikaji secara mendalam.

Melalui skema Research Group 2026 dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UNY, penelitian kualitatif berpendekatan etnokoreologi ini bertujuan untuk:

  1. Menganalisis bentuk dan karakteristik estetis dari pertunjukan tari kolaborasi seni tradisi Indonesia–Melayu.

  2. Mengeplorasi proses kreatif kolaborasi seni tari sebagai bentuk representasi diplomasi budaya.

  3. Mengidentifikasi nilai-nilai estetika, simbolik, dan kultural yang dikomunikasikan.

  4. Mengevaluasi efektivitas pertunjukan tari kolaboratif sebagai strategi diplomasi budaya di tingkat regional maupun internasional.

Formulasi Sintesis Estetika Jawa dan Melayu
 

Penelitian ini berhasil merumuskan sintesis formulasi baru yang mengawinkan dua kebudayaan besar Nusantara:

  • Postur Tubuh (Wiraga): Menggabungkan kekokohan pijakan gerak Jawa Gaya Yogyakarta (degeg, pacak, mendhak) yang membumi dengan fleksibilitas serta keterbukaan gerak Melayu (open arm, tegak, simetris).

  • Dinamika & Musik (Wirama): Menciptakan perpaduan iringan hibrid dari akulturasi pola ketukan gamelan Jawa (lombo, ngracik, gendhing) dengan ritme gendhang Melayu (rentak dan harmoni senandung/pantun).

  • Busana & Visual (Wirasa): Mengintegrasikan tata busana etnik yang memenuhi asas kesantunan (modesty) dan estetika tinggi, menyatukan elemen kain jarik Jawa dengan keindahan kain songket serta aksesori Melayu.

Luaran dan Hilirisasi Karya

Riset kolaboratif ini tidak hanya berhenti pada pemikiran teoritis, namun telah menghasilkan berbagai luaran konkret:

  1. Pementasan Hilirisasi: Dipentaskan secara langsung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Budaya Bali serta dalam kegiatan Bengkel Tari Nusantara di UPSI Malaysia.

  2. Dokumen Kerjasama Resmi: Penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara UNY dan UPSI Malaysia.

  3. Perlindungan Kekayaan Intelektual: Memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan (HAK IP/HAKI) untuk karya seni Tari Bedayan Langen Kusuma.

  4. Publikasi Ilmiah: Penyiapan draf artikel ilmiah untuk diunggah pada Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya (Terakreditasi SINTA 2, UM).

Hadirnya karya Tari Bedayan Langen Kusuma membuktikan bahwa seni tradisi sangat efektif menjadi media dialog antarbudaya yang setara (shared heritage) sekaligus memperkuat nation branding Indonesia di ranah internasional.

 

PEMENTASAN TARI BEDHAYAN LANGEN KUSUMA HASIL PENELITIAN